Anak Kos Penyumbang Sampah Plastik

Bismillah.

Anak kos memang berpotensi menyumbang sampah plastik terutama yang jomlo (seperti saya). Saya berkata demikian karena saya anak kos yang terbiasa hidup sendiri termasuk makan pun sendiri. Dan kebanyakan anak kos tidak memasak sendiri makanannya karena alasan keterbasan tempat, keterbatasan waktu, atau memang tidak bisa memasak. Sehingga kita akan lebih memilih untuk membeli makanan saja. Dan saya biasanya lebih memilih pesan dibungkus daripada makan ditempat (nggak ada yang nemenin). Nah, bungkus inilah yang biasanya pakai kantong plastik. Jika kita terbiasa makan 2 kali sehari (maklum anak kos) saja akan menghasilkan 2 sampah plastik per hari. Dalam satu bulan bisa 60 sampah plastik. Bayangkan jika dalam satu kota ada ribuan anak kos (yang jomlo). Bisa berpuluh ribu sampah plastik yang dihasilkan, itu hanya dari anak kos belum dari penduduk yang lain. Jika semua anak kosnya membuang sampah pada tempatnya dan dalam kota itu ada sistem pengelolaan sampah yang baik maka hal ini tidak begitu menjadi masalah. Tetapi kebanyakan dari kita masih asal buang sampah, dan masih banyak kota yang belum baik pengelolaan sampahnya.

Ada banyak solusi untuk mengatasi sampah plastik terutama dari sisi kita sebagai produsen sampahnya. Salah satunya adalah menerapkan gaya hidup zero waste seperti video yang tersemat dibawah ini. Silakan tonton dan simpulkan sendiri. Saya akan menjelaskannya di postingan blog yang lain.

Dan juga video dibawah ini menayangkan remaja-remaja yang bergerak berbuat sesuatu untuk mengatasi sampah plastik di Bali.

Diatas merupakan beberapa solusi menarik yang saya jumpai. Dan saya pun juga tergerak memulai untuk berbuat sesuatu untuk planet ini. Setidaknya sederhana yang dimulai dari diri saya sendiri.

Yang pertama yang mulai saya lakukan adalah sebisa mungkin menolak kantong plastik. Ini saya lakukan saat belanja di minimarket maupun membeli makanan, karena saya memang terbiasa membawa tas kemana-mana. Tahun lalu sebenarnya pemerintah sudah menghimbau swalayan maupun minimarket untuk menerapkan kantong plastik berbayar. Sehingga para pembeli akan ditanya pakai kantong plastik atau tidak. Namun akhir-akhir ini ketika saya berbelanja di minimarket tidak lagi ditanyai, langsung diberi kantong plastik padahal cuma beli roti satu bungkus. Saya terpaksa harus bilang sendiri bahwa tidak usah pakai kantong. Ketika saya lihat di struk pembelian, kantong plastik memang masuk di daftar. Namun tidak berbayar karena ternyata didiskon. Entah sampai kapan diskon kantong plastik ini akan berakhir. Namun yang saya sesalkan adalah tidak ditanyainya para pembeli mau pakai kantong plastik atau tidak. Sebenarnya ketika ditanya itu akan menyadarkan pembeli bahwa ada pilihan lain untuk tidak memakai kantong plastik. Karena selama ini kan kita terbawa kebiasaan, yang kemudian menganggap bahwa ketika berbelanja ya mestinya pakai kantong plastik.

Hal kedua yang saya lakukan adalah ketika saya terpaksa harus memakai kantong plastik. Karena lupa tidak bawa tas atau membeli makanan yang memang harus pakai kantong plastik. Kantong plastik yang masih bisa dipakai akan saya kumpulkan dan yang kotor atau tidak layak akan saya buang ke tempat sampah. Kantong plastik yang terkumpul kemudian akan saya bawa pulang ke rumah. Kebetulan ibu saya seorang pedagang sehingga bisa digunakan lagi oleh beliau.

Hal-hal ini memang terlihat sederhana tetapi setidaknya kita bisa lebih bertanggung jawab atas semua yang sampai kepada kita, khususnya kantong plastik. Memang membuang sampah pada tempatnya terlihat sudah cukup. Tetapi apa kita yakin sampah yang kita buang akan terkelola dengan baik?.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: